Untuk apa kita hidup?

Terkadang kehidupan ini begitu pahit, banyak liku-liku yang kita hadapi. sedih, senang, gembira, menamgis semua bercampur baur menjadi satu. semuanya menghiasi hidup ini hingga dunia ini terasa penuh makna..

Namun arah hidup kita ini, itu sangat tergantung oleh nahkodanya. kitalah sendiri  yang mengatur ingin seperti apa dan bagaimana kita ini? tentu kita ingat bahwa kehidupan ini adalah semu yang mana kehidupan sejati adanya diakhirat.. lalu mengapa kita mengejar kehidupan duniawi? dan terkadang melupakan tujuan akhir penciptaan kita? bukankah dunia ini hanyalah tempat persinggahan? bukankah dunia ini adalah tempat berladang kita dan akan kita tuai hasilnya di kehidupan yang akan datang? bukankah kita tahu bahwa kita tidak akan hidup selamanya? bukankah kita tahu bahwa semua yang kita miliki saat ini akan kita tinggalkan dan pergi tanpa membawa apa-apa? lalu kenapa kita mesti menganiaya diri sendiri dengan memaksa tubuh bekerja dan bekerja..bukankah lebih baik kita mempersiapkan membangun rumah kita di akhirat mulai dari sekarang saat kita masih hidup dengan ibadah, memelihara rumah ALLAH..sadarlah bahwa kematian akan selalu mengintai kita, dan bila tiba masanya maka putuslah semua……

lalu apa yang kita mesti siapkan?
kita sepantasnya sadar bahwa perjalanan yan akan kita tempuh adalah perjalanan yang sangat panjang sehingga butuh bekal yang memadai, hingga kita bisa selamat sampai ketujuan dengan damai…

Bekali diri anda dengan amal ibadah yang dianjurkan oleh Allah dan Rasulnya serta jalin silaturrahmi yang baik dengan sesama makhluk cipataanNya…

Remember !!! the death always spy you wherever you are…

One response to this post.

  1. Posted by Tur on Desember 8, 2007 at 6:49 pm

    Bull Shit….

    Untuk apa kita hidup jika hanya untuk membekali diri di kemudian hari di akhirat. Beribadah memang perlu, Tetapi sifat TANGGUNG JAWAB itu sangat penting !!!! Untuk apa ketika ” disidang ” di antara pintu neraka dan surga hanya membawa amal ibadah? jika memang seperti itu lebih baik tidak usah lahir sekalian. selain amal ibadah kita perlu mempertanggung jawabkan sifat kita didunia. yaitu kebenaran bukan KEMUNAFIKAN dan KEBOHONGAN belaka. Jangan tutup-tutupi istilah agama dengan kemunafikan belaka, instropeksi diri dan jujurlah. karena munafik pasti ada pada seluruh manusia. camkan.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: