PRAKTIK KEPERAWATAN SEBAGAI BENTUK PELAYANAN KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT, SUATU TINJAUAN ETIK DAN HUKUM

Oleh :
H. Bambang Tutuko, SH., S.Kep., Ns.
Ketua PPNI Provinsi Jawa Timur

TGL 25 MEI 2007 -SURABAYA

Tulisan ini saya kutip dari situs PPNI, untuk kupersembahkan pada teman sejawat agar lebih professional dalam praktik keperawatan

PELAYANAN KEPERAWATAN

Bentuk Pelayanan :

  1. Fisiologis

  2. Psikologis

  3. Sosial dan Kultural

 Diberikan karena :

  • Ketidakmampuan

  • Ketidakmauan

  • Ketidaktahuan Dalam memenuhi kebutuhan dasar
    yang sedang terganggu

FOKUS KEPERAWATAN :
Respons Klien Terhadap :
Penyakit
Pengobatan
Lingkungan

Praktik Keperawatan Profesional
Tindakan Mandiri Perawat Profesional

Melalui Kerjasama Dengan :
Klien
Tenaga Kesehatan Lain

Sesuai Dengan :
Wewenang
Tanggung Jawab

Menggunakan Pendekatan
Proses Keperawatan Yang Dinamis

KEWENANGAN PERAWAT :
1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
2. Merumuskan diagnosis keperawatan
3. Menyusun rencana tindakan keperawatan
4. Melaksanakan tindakan keperawatan (termasuk tindakan medik yang dapat dilakukan perawat)
5. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan
6. Mendokumentasikan hasil keperawatan
7. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada sistem klien
8. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian berdasarkan kemampuannya
9. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa sesuai ketentuan yang berlaku (Standing Order) di sarana kesehatan
10. Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada tenaga yang kompeten, perawat berwenang melaksanakan tindakan kesehatan diluar kewenangannya

TANGGUNG JAWAB UTAMA PERAWAT ADALAH :
1. Meningkatkan Kesehatan
2. Mencegah Penyakit
3. Memulihkan Kesehatan
4. Mengurangi Penderitaan

LINGKUP PRAKTIK KEPERAWATAN
1. Memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks.
2. Memberikan tindakan keperawatan langsung, pendidikan, nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan system klien.
3. Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya.
4. Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat/resep.

CAKUPAN PERILAKU PERAWAT :

  • Tindak pidana terhadap nyawa.

  • Tindak terhadap tubuh

  • Tindak pidana yang berkenaan dengan Asuhan Keperawatan semata untuk tujuan komersial

  • Tindak pidana yang berkenaan dengan pelaksanan Asuhan Keperawatan tanpa keahlian atau kewenangan

  • Tindak pidana yang berkenaan dengan tidak dipenuhinya persyaratan administratif

  • Tindak pidana yang berkenaan dengan hak atas informasi

  • Tindak pidana yang berkenaan dengan produksi dan peredaran alat kesehatan dan sediaan informasi

  • Mengakibatkan orang mati atau luka karena salahnya.

KUHP Pasal 359
Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang, dihukum penjara selama – lamanya lima tahun atau kurungan selama – lamanya satu tahun.

KUHP Pasal 360

  1. Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang Luka Berat di hukum dengan hukuman penjara selama – lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama – lamanya satu tahun.
    • Luka berat : Penyakit / luka yang tak boleh harap akan sembuh lagi dengan sempurna atau mendatangkan bahaya maut.

  2. Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatannya atau pekerjaannya sementara, dihukum dengan hukuman penjara selama – lamanya 9 bulan atau hukuman kurungan selama – lamanya 6 bulan.

KUHP Pasal 361
Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam melakukan sesuatu jabatan atau pekerjaan, maka hukuman dapat ditambah dengan sepertiganya dan si tersalah dapat dipecat dari pekerjaannya.

Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain :
• Perawatan luka
• Monitoring cairan infus
• Monitoring pemberian O2
• Pemberian injeksi
• Memasang sonde
• Fixasi / pengikatan

5. Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter.

Berdasarkan kompetensi yang memenuhi standar dan memperhatikan
Kaidah Etik, Moral, Hukum

BOLEH DAN BISA

TINJAUAN ETIK DAN HUKUM
DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN

A. ASPEK ETIK :
Kode Etik Keperawatan

BAB II
TANGGUNG JAWAB PERAWAT

TERHADAP TUGAS

Pasal 5
Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu keluarga dan masyarakat.

Pasal 6
Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pasal 7
Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.

Pasal 8
Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.

Pasal 9
Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan.

BAB V
TANGGUNG JAWAB PERAWAT
TERHADAP PEMERINTAH, BANGSA DAN
TANAH AIR

Pasal 17
Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.

PERAWAT DAN KLIEN
• Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.
• Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien.
• Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.
• Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sanksi Hukum Membuka Rahasia
KUHP Pasal 322
” Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia, Yang menurut jabatannya atau
pekerjaannya, baik yang sekarang maupun yang dahulu, ia diwajibkan menyimpannya,
Dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan”
 Pembuktian bahwa seseorang itu membuka rahasia :
• Yang diberitahukan (dibuka) itu harus rahasia
• Bahwa orang itu diwajibkan untuk menyimpan rahasia tersebut, dan ia harus betul-betul mengetahui bahwa ia harus wajib menyimpan rahasia itu
• Bahwa kewajiban untuk menyimpan rahasia itu adalah akibat dari suatu jabatan atau pekerjaan sekarang maupun maupun yang dahulu pernah ia jabat
• Membukanya rahasia itu dilakukan dengan sengaja

Pasal 23
1. Perawat dalam menjalankan praktik perorangan sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan :
• Memiliki tempat praktik yang memenuhi syarat kesehatan.
• Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan maupun kunjugan rumah.
• Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan, formulir catatan tindakan asuhan keperawatan serta formulir rujukan.
2. Persyaratan perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai dengan standart perlengkapan asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.

PERMASALAHAN DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN YANG DAPAT MENIMBULKAN MASALAH HUKUM

1. Membuka Rahasia
Rahasia : yaitu barang sesuatu yang hanya diketahui oleh yang berkepentingan, sedangkan orang lain belum mengetahuinya.
Tuntutan untuk menyimpan rahasia bagi perawat
• Kode etik keperawatan Indonesia hubungan perawat dan klien,
butir 4, perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang
diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya.
• Asas Etik� Asas Kerahasiaan tenaga kesehatan harus
menghormati kerahasiaan klien, meskipun telah meninggal
• SK Menkes 1239/2001 Pasal 16 huruf C
a. Perawat berkewajiban menyimpan kerahasiaan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
b. Lafal sumpah jabatan Perawat

PERAWAT DAN PRAKTIK

Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang
keperawatan melalui belajar terus menerus.
Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang kuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.
Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.

B. ASPEK HUKUM
I. Undang – Undang No. 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan

Pasal 32
1. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk mengembalikan status kesehatan akibat penyakit, mengembalikan fungsi badan akibat cacat atau menghilangkan cacat.
2. Penyembuhan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu
kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di pertanggungjawabkan.
3. Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu
kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di
pertanggungjawabkan.
4. Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu
kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.

Pasal 50
1. Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan.

Pasal 53
1. Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
2. Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.

Pasal 54
1. Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin.
2. Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian di tentukan oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan.

Pasal 55
Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan.

II. PP No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan

BAB III

Pasal 4
Tenaga kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan
Setelah tenaga kesehatan yang bersangkutan
Memenuhi ijin dari menteri

III. KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik
Perawat

BAB III

Pasal 8
1. Perawat dapat melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan, praktik perorangan dan atau kelompok.
2. Perawat yang melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan harus memiliki SIK.
3. Perawat yang melaksanakan praktik perorangan / berkelompok harus memiliki SIPP.

BAB IV

Pasal 15
Perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan berwenang untuk :
1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter.

Pasal 17
Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan, berdasarkan pendidikan dan pengalaman serta dalam memberikan pelayanan berkewajiban mematuhi standart profesi.

Pasal 19
Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus senantiasa meningkatkan mutu pelayanan profesinya dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, baik diselenggarakan oleh pemerintah maupun organisasi profesi.

Pasal 20
1. Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang / pasien, perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 15.
2. Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk penyelamatan jiwa.

SIMPULAN

Pengendalian praktik keperawatan secara internal adalah Kode Etik sedangkan secara eksternal adalah hukum
Praktik keperawatan harus dilakukan secara BENAR dalam arti keilmuanya dan BAIK dalam arti aspek Etik dan Legalnya.
Praktik keperawatan berkaitan erat dengan kehidupan manusia untuk itu praktik keperawatan harus dilakukan oleh perawat profesional yang berkompeten.
Setiap perawat yang praktik wajib memiliki SIP, SIK, SIPP.

48 responses to this post.

  1. Posted by Wawan on September 28, 2007 at 4:50 am

    Kewajiban memiliki SIP, SIK, SIPP dibarengi dengan kebijakan yang berimbang yang meningkatkan martabat perawat di mata masyarakat, karena Image Perawat hanyalah profesi yang dilirik sebelah mata, dengan bukti masih banyak perawat yang pendapatannya rendah dan tidak percaya diri mengakui dirinya seorang perawat

  2. Posted by mitha on November 5, 2007 at 3:54 pm

    tidur yuuuuuuukkkkkkkkkk……………

  3. Artikelnya bagus mas.. keep blogging. Memang, problem besar kesehatan kita saat ini adalah disharmoni profesionalitas antara dokter dan perawat..

  4. luar biasa.
    mau tanya untuk mengukur tingkat kepuasan perawat. al hal apa yang ditanyakan dalam kuesioner?
    atas perhatian bapak maksih

  5. Posted by fukoyamazz on November 22, 2007 at 6:38 am

    males buanget,,,,!!!!!!

  6. Posted by FI2N on Desember 9, 2007 at 12:47 pm

    Artikel keren perlu dipahami bagi seluruh perawat di Indo.untuk meningkatkan kualitasnya.Ok….. berjuang terus Perawat Indonesia……….

  7. Posted by tista on Desember 25, 2007 at 1:59 pm

    Menjadi pertanyaan besar kita semua terkait dengan keberadaan perawat di mata hukum. Kenapa perawat hingga saat ini masih dipandang sebelah mata oleh para pejabat legeslatif pembuat undang-undang. Hingga saat ini perawat belum mememiliki undang-undang yang jelas. Kemudian juga yang sangat memprihatikan adalah terkait dengan imbalan bagi perawat. Kita perawaty memang sebagai malaikat penyelamat manusia namun disisi balik tersebut, perawat jugalah seorang manusia yang membuntuhkan finansial untuk menunjang kehidupannya. Perawat masih belum mendapatkan imbalan yang layak dan relevan sesuai dengan beban kerja yang diharapkan. Tanpa adanya imbalan yang sesuai, mustahil perawat dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar sesuai aturan jika belum merdeka dari perawat itu sendiri. Orang-orang yang berada di PPNI sya anggap sebagi tikus profesi yang tidak pernah memperjuangkan nasib perawat yang berada di klinik dan lainnya. Mereka memang telah memberikan usaha dalam peningkatan harkat dan harga diri perawat contohnya tentang undang-undang perawat. Namun sesungguhnya nilai murni harapan dari perawat adalah adanya imbalan yang sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Apakah memang profesi perawat telah menjadi bubur yang berarti adanya kesalahan disemua sistem dan sektor yang selama ini masih dijalankan. Pernahkah hal ini dianalisa oleh PPNI. PPNI kurang bijak sebagai badan pengayo dari profesi keperawatan karena meskipun dengan adanya PPNI pusat maupun cabang sama saja tidak mencerminkan suatu rasa kebersamaan dan kesatuan profesi. Namun mereka senantiasa melakukan persaingan antar perawat dalam PPNI. Apakah ini fungsi dari PPNI? Satu kata buat PPNI : FUCK U. . .

    IWANSAIN:

    Kita masih perlu bersabar, merubah kondisi yang sudah berakar tahunan dalam profesi tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi semua itu butuh proses. saya yakin teman-teman yang ada di PPNI selalu terus berjuang untuk kemajuan perawat. Hanya saja, saya melihat bahwa kita kurang dekat dengan pengambil kebijakan sehingga keputusan yang dicetuskan oleh pemerintah seakan-akan selalu merugikan perawat. andainya dijajaran depkes duduk teman-teman kita, maka saya yakin, nasib kita pun bisa lebih diperhatikan.. terlepas dari itu, yang terpenting adalah kita tetap bekerja secara profesional, berikan pelayanan yang terbaik untuk pasien…

  8. Posted by edi toe2 on Desember 26, 2007 at 9:38 am

    Setiap bulan di daerah, gaji sekian ribu untuk PPNI…namanya iuran PPNI…apa dan siapa saja yang di PPNI, saya sebagai perawat daerah tidak mengetahuinya…karena PPNI hanya ada di slip gaji saja tanpa ada tindakan, sosialisasi bahkan mau memajukan perawat….

  9. Posted by fouranda on Januari 14, 2008 at 3:10 am

    sy mw tnya, pa sj kebutuhan pelayanan kesehatan dari kelompo2 kultural&non kultural yang berbeda dikelompok masyarakat???
    Bisakah anda menjelaskannya??

  10. Posted by mymoon_aceh on Januari 16, 2008 at 5:15 am

    makasih bgt… artikelnya membantu bgt nyelesain tugas kuliah saya…
    hidup perawat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!111
    hidup perawat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  11. Posted by jemjefnom on Januari 27, 2008 at 10:56 am

    wah artikelnya good banget deh,btw ik mo buka balai pemeriksaan kes boleh dong yang penting tau uunya deh. Bagaimana menurut teman2 sejawat yang perawat?

  12. Posted by saefuddin zuhri on Februari 19, 2008 at 12:56 pm

    wah ppni hebat sekali, teruskan perjuanganmu ppniku

  13. Posted by chika on Maret 17, 2008 at 2:18 am

    mau numpang tanya, kalau perawat praktek, boleh nyimpan obat-obatan ndak ya?
    Peraturan mana yang membolehkan penyimpanan dan pemberian obat kepada pasien oleh pwerawat???

  14. Posted by chika on Maret 17, 2008 at 2:21 am

    saya butuh banget jawaban. tolong teman2 ppni.

  15. Posted by Shinta on Maret 30, 2008 at 2:10 pm

    Mau nanya nih :
    diatas disebutkan kewenangan perawat salah satunya adalah :”Melaksanakan tindakan keperawatan (termasuk tindakan medik yang dapat dilakukan perawat)”
    Pertanyaannya :
    1. Apakah dibenarkan seorang perawat melakukan tindakan medis tanpa kolaborasi dengan dokter baik di dalam rumah sakit maupun di rumah pasien ?
    2. Apakah seorang perawat itu berkompetensi memberikan tindakan medis tanpa kolaborasi dengan dokter ?
    3. Apakah sudah ada standar kompetensi profesi perawat ?
    Terima Kasih

  16. Posted by Erwin on April 6, 2008 at 12:47 pm

    perawat sekarang kwalitasnya buruk semua…..!!!

  17. Posted by geni on April 9, 2008 at 1:12 pm

    tulis donk etika keperwatan tu pa ja……..
    bwt erwin, kata sapa smua perwat buruk

  18. Posted by hassan on April 10, 2008 at 6:32 am

    nurse 4 being
    (n_n)

  19. Posted by Mrs_3st on April 11, 2008 at 3:56 am

    buat erwin…terimakasih atas kritikan yang diberikan…semoga mjd motivasi bagi smua perawta indonesia agar terus meningkatkan diri….tapi tolong….saat anda berikan kritik disertai alasan….dan….lebih dengan…rasionalisasi saat berkomentar…terima kasih banyak…saya yakin semua perwt indonesia ingin yang terbaik buat pasiennya…matur nuwun

  20. Posted by heri purwanto on April 17, 2008 at 4:03 pm

    moga2 keperawatan segera menemukan jadi dirinya dalam perkembangan pelayanan kesehatan di RS.

  21. Posted by iqbal on April 24, 2008 at 10:58 pm

    buat pa hertanto…kalo gitu kita tidak perlu lagi dokter lagi, bagaimana kalo buat rs perawat, tidak ada dokternya!!!!!

  22. tolong berikan saya data tentang peran,fungsi,tanggung jawab,tugas perawat gawat darurat.

  23. saya minta tolong beri saya informasi tentang peran,fungsi dan tugas perawat gawat darurat.

  24. Posted by wahyu ari kustanto Amd.Kep on Mei 30, 2008 at 1:29 am

    kenapa nasip perawat seperti ini kuliah mahal mahal tp gaji tak pantas apa mentri kesehatan tidak tau atau tak mau tau nasip kita?????

  25. Posted by harunhdr on Mei 30, 2008 at 3:01 am

    tanya sama PPNI mas, dia yg memberikan laporan nasib perawat dg MENKES

  26. Posted by sinosocia on Juni 5, 2008 at 5:50 pm

    mas, saya mau nanya:
    1. Apa batasan tindakan medis itu ?
    2. Apa pula batasan tindakan keperawatan itu ?
    3. Apakah tindakan keperawatan itu sama dengan tritmen keperawatan ? dan
    4. Apakah tritmen keperawatan itu sama dengan tindakan medis ?
    Ketika perawat itu praktek maka terjadi interaksi antara klien-perawat, disini timbul pertanyaan:
    5. Apakah perawat memberikan pelayanan keperawatan ataukah pelayanan medis ?
    6. Apa batasnya pelayanan keperawatan dg pelayanan medis itu dlm praktek sehari2 ?
    7. Apakah semua perawat telah mampu memberikan pelayanan medis ? Apa pula contoh konkret dan bukti dilapangannya ?
    Terima Kasih,saya tunggu jawabannya.

  27. Posted by iqbal on Juni 17, 2008 at 2:57 am

    kalian mau jadi perawat atau jadi dokter????…..tritmen keperawatan beda dengan tritmen dokter! tritmen keperawatan hampir tidak pakai obat (care), kebanyakan merupakan pendekatan ke pasien

  28. Posted by iqbal on Juni 18, 2008 at 3:27 am

    siapa suruh jadi perawat………!!!mas budi gimana kita kan belajar keperawatan bukan kedokteran! kalau mau mengobati kenapa tidak jadi dokter aja mas budi!?? ….kita haarus nunjukin bahwa kita adalah perawat! saya juga kasian sekolah keperawatan terlalu banyak dan tidak bermutu lagi, jadi kita harapkan apa dari sdm seperti itu….bisa2 jadi bahan ejekan saja

  29. Posted by widya on Juli 23, 2008 at 5:56 am

    Siapkan dulu diri kita sebagai perawat, benahi dulu pengetahuan dan kemampuan kita sebagai perawat sehingga pada saatnya yang tepat nanti, masyarakat dan segenap profesi yang lain akan mengetahui dan memahami ekstensi kita sebagai perawat profesional. Sehingga ketika ada perawat kita yang dapat go abroad kita bisa bangga dan bilang “Itulah Perawat Indonesia”, faktanya memang sudah banyak perawat Indonesia yang sukses sebagai perawat di luar negeri bahkan RN. Hidup perawat……!!!!!!!!!

  30. Posted by anonim on Juli 30, 2008 at 5:33 pm

    Apa buktinya daenk iwan bahwa profesi perawat bakal eksis ? Anda Mimpi ya….

    To anonim
    Eh berkunjung lagi nich boss.
    Biarlah itu jadi mimpiku, kamu nggak perlu sewot…

  31. Posted by andi burhan on Juli 30, 2008 at 5:55 pm

    saran pada daenk iwan lain kali kalau mau buat artikel tolong jangan menyinggung profesi lainnya dengan merendahkan martabat profesi lain seolah2 tidak punya jasa dan peran di rumah sakit, sehingga terjadi perdebatan sengit yang tidak terelakkan dan sungguh sangat menyakitkan membacanya. Urus saja mahasiswa/i mu itu dan bersikap profesional dalam bekerja dan bertanggung jawab setiap posting yg kamu lakukan di blog ini.

    To Andi Burhan
    lagi-lagi kamu bos!
    Aku nggak butuh saran kamu justru kamu yang mesti introspeksi diri…
    Bukankah anda yang selama ini menjelek-jelekkan profesi perawat? kenapa memutar balikkan fakta, nuduh kita lagi. itu sich namanya fitnah bos!!..kamu urus dirimu sendiri, benahi dirimu bos dan tidak usah ngurus profesi kami…

  32. Posted by echa yu... on September 12, 2008 at 2:11 am

    artikel na bagus lebih bagus lagi kalo ada etika keperawatan kesehatan lingkungan kalo ada yang tau please … buat tugas kul nih

  33. Posted by ria hutajulu, AmK on September 13, 2008 at 10:23 am

    Nasib perawat di indonesia harus diperhatikan donk, sia – sia aja klo kita yang sudah kuliah bagian keperawatn kl kerja gajinya tetap aja kecil, dan kenapa perawat susah banget ada izin prakteknya tidak seperti bidan yang kalau susadh tamat langsung ada izin prakteknya, kapan donk kita sebagai pearawat dapat melaksanakan praktek mandiri,…….?????????

  34. saya sangat prihatin dengan perawat di indonesia

  35. tolong berikan data tentang head to toe

  36. Posted by tia on Oktober 12, 2008 at 3:22 am

    sebensrnya jadi perawat itu gampang-gampang susah……
    tapi kalo jalaninya ikhlas menghasilkan kepuasan sendiri loh…

  37. Posted by wahdana skep. mkes on Oktober 19, 2008 at 4:08 am

    PPNI hanyasibuk bikin sekolahperawat untuk bisnis adaspk,akper.DIV,S1dll, adaektensi,reguler dll.apa ada kedokteran kelas KHUSUS,REGULER,EKTENSI

  38. iya betul sekali mas wahdana, sama sekali PPNI tidak ada niat dan kemauan untuk memajukan kualitas perawat…PPNI oh PPNI dimanakah engkau kini berada…???

  39. aslkm,bisa minta tolong pak? sy sekarang sedang mencari materi tentang kode etik keperawatan di indonesia,sedunia,kanada dan australia….kl bapak ada bahannya bisa gak dilampirkan di situs’ta?

  40. Posted by kiky on November 5, 2008 at 1:16 pm

    assalamu alaiqum…

    thanks banget dah muat artikel2 ttg keperawatan yg sgt bxk manfaatnya bg kami mahasiswa keperawatan pd khususnya. Btw… tolong donk muat artikel ttg kode etik kep canada, australia, dan indonesia sendiri.
    kami tunggu yach…
    thx b4…

  41. Posted by ie_T#@ on November 6, 2008 at 3:44 am

    kode etik canada n australia doooonk… (^_^)

  42. Posted by kiky on November 7, 2008 at 12:55 pm

    asqum…..

    thanks God akhrnya q dah dpt tgs kul ttg kode etik :p, so… wat tmn2 yg butuh kode etik sedunia,khususnya canada, australia, bisa buka situsx http://www.nursingadvocacy.org
    goodluck yah…

  43. Posted by gina on November 9, 2008 at 11:00 am

    menurut sy terkadang perawat di anggap sebelah mata oleh tim kes lain,padahal qt dah b’ush menjadi patner yang baik dan bertanggung jawab,tp sy bangga mjd seorang perawat

  44. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Buat teman sejawat profesi keperawatan, realistis saja lah memandang profesi perawat, yang penting punya niat, tekad, usaha dan doa serta tawakal untuk memajukan profesi perawat, mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Kuasa mengabulkannya… Amiiin

  45. Posted by Tselbusuk on November 14, 2008 at 2:04 pm

    Perawat = dokter!! Perawat = bidan!! Gitu pandangan orang indonesia.

  46. Posted by fefen on November 15, 2008 at 11:47 pm

    perawat itu ujung tombak tenaga kesehatan… coba..siapa yang mo merawat 24 jam para pasien ??? dokter… gak bakal mau… yang lain juga gak mau…. kalo gak ada perawat …. wah mati tuh para pasien….
    tentang kode etik… sebaiknya ada revisi dech terutama tentang job perawat. misal kalo pengobatan dasar perawat boleh melakukan pengobatan dasar dengan panduan dokter (dalam hal ini buku panduan pengobatan) soalnya dalam untuk daerah terpencil seperti kami.. jarang ada dokter… yang banyak perawat.

  47. Posted by ivan on Desember 14, 2008 at 5:25 am

    perawat tuh sebenarnya dapat melakukan revolusi dalam dunia keperawatan diindonesia, kenapa tidak ada standar penggajian bagi perawat khusunya swasta. coba liat gaji dosen keperawatan swasta, adakah persamaan standarnya ????bandingkan dengan berjibakunya waktu para dosen untuk menghasilkan lulusan yang berkualiatas.untuk perawat rumah sakit, samakan untuk pemberian reward setiap tindakan perawat, banyak lho tindakan perawat itu. ilmunya juga luas…ayo perawat bangkit, salut buat para perawat yang dah punya bisnis, khususnya dalam bidang perawatan. berkan slusi enterpreneurship buat yang bakal jadi perawat…

  48. Posted by ivan on Desember 14, 2008 at 5:30 am

    salam sejawat, saya juga perawat. untuk dapat memandang profesi kita sejahtera, jangan terpaku dengan satu konsentrasi, miliki jiwa enterpreneurship sekarang juga. buka usaha dalam bidang keperawatan naik konsentrasi nyata dilapangan atau via net. banyak yang sudah melakukannya kok. rejeki mah ALLAH yang ngatur, IKHTIAR yang penting, ayo saling bagi informasi. ciptakan satu wadah via net.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: