Kasih Tak Sampai (Bis-kal)

tulisan ni adalah ungkapan hati seorang anak manusia yang di tinggal sang kekasih, silahkan baca selengkapnya…………..

Irwan Karo-KaroKasih…

Di  malam yang sunyi ini ku duduk seorang diri “terpaku menatap bintang   di langit di iringi angin sepoi-sepoi’  terlintas sesosok bayanganmu di kelopak mata ini kasih ingin rasanya memeluk dirimu tapi tak kunjung jua. Andai malam rasakan gundah dan rerahku dia akan tersentak sembari cucurkan air mata, tanda tak kuasa manahan pedihnya jiwa tersiksa oleh cintaku kepadamu. 

Kasih…

Mengapa engkau abaikan diriku sedangkan aku sangat mencintaimu dan sangat menyayangimu. Apa salah dan dosaku sehingga engkau berbuat begitu terhadapku? Tahukah engkau kasih ?, hidup ini terasa hampa tanpa dirimu seakan aku bertanya pada diriku, pernahkah aku menyakiti perasaanmu dan mampukah aku memikul derita ini dikemudian hari ?…. 

Kasih…

Ingatkah engakau dikala kita duduk berdua di pantai Losari, bersenda gurau penuh dengan tawa dan canda yang disaksikan oleh kursi-kursi yang bisu, tapi mengapa kasih engkau meninggalkan diriku?, seandainya kursi itu dapat berbicara, maka ia akan menceritakan semua insan sapa yang kita senda guraukan di saat itu, tapi semua itu tidak berarti apa-apa… 

Kasih…

Aku mengerti, aku sadar, mengapa kau abaikan aku. Itu semua karena ulah orang tuamu. Aku tahu, kamu adalah wanita yang patuh sehingga engkau tidak kuasa menolak keinginan kedua orang tuamu. Tapi yang aku sayangkan, kenapa harus mereka yang menjadi dinding penghalang cinta kita ? aku  juga tahu bahwa kedua orang tuamu gila akan harta dan jabatan. Kasih apalah daya diriku ini hanyalah insan papah yang tak punya semua apa yang dibangga-banggakan dan apa yang dicita-citakan kedua orang tuamu sekarang ini… Oh Tuhan…Mengapa engkau pertemukan aku dengan dia?, meengapa engkau pertemukan kami dibumi yang pana ini?, dan mengapa engkau lakukan ini padaku tuhan?. Apa salah hambamu yang tak berdaya dan lemah ini. Dihadapanmu mungkin ini sudah suratan takdir yang engkau berikan pada hambamu ini. 

Kasih…

Malam semakin larut tanpa terdengar suara apapun dan…disekitar kamarku yang rapuh ini, kumerenungi nasibku yang malang  yang disaksikan oleh cahaya lilin yang sinarnya semakin redup…tak terasa air mata ini jatuh bercucuran membanjiri lantai kamarku yang kusam…air mata kesedihan… air mata pertanda hancurnya harapan untuk memilki dirimu kasih… 

Kasih…

Aku tahu engkau sangat mencintaiku, akupun tahu engkau sangat menderita akan tetapi penderitaan yang kualami saat ini tidak sepadan dengan penderitaanmu. Andai engkau  tahu seluk beluk kepdihan nuraniku saat ini, mungkin engkau akan berkata aku butuh cinta dan dirimu… 

Kasih…

Aku terlanjur hanyut dalam cintamu yang dalam, dan aku merasa bagaikan ikan yang terperangkap dalam pukat nelayan….sangat sulit aku terima kenyataan ini, tapi aku sadari bahwa aku hanyalah insan yang tak bernilai dihadapan kedua orang tuamu. Aku mencoba meyakinkan diriku    “ apakah ini yang dikatakan takdir ?” 

Kasih…

Kini aku hanya dapat melambaikan tanganku, bercucurkan airmata melepaskan kepergian cintaku yang selama ini menjadi daki dalam hatiku. Kini sirnalah semua harapanku, kini hanyalah tinggal kenangan yang menyedihkan… 

Kasih…

Walaupun kini kau bukan milikku lagi, satu pinta dan harapanku “janganlah engkau melupakan diriku. Kini aku tinggalah sebatangkara, bagaikan anak ayam yang ditinggal induknya ditengah hutan yang tak tahu arah entah kemana… 

Kasih…

Aku menyadari bahwa memang kita sangat jauh berbeda… dan Kuucapkan selamat berpisah, semoga engkau menemukan jodoh sesuai harapan kedua orangtuamu. Tapi kasih…kamu tetap akan selalu ada dalam hatiku sampai kapanpun… Dari seseorang yang pernah ada dalam hatimu…

(Dodi Karo-Karo)

7 responses to this post.

  1. Posted by benbego on November 2, 2007 at 7:34 am

    ini puisi atau curhat? anyway by the way busway, its nice to read your poetry! salam kenal!

  2. Posted by kiniulin on November 30, 2007 at 5:12 am

    uga km e turang,mbaca blokndu e jadi tawa ateku,tempa lanai lit semangat ndu,tapi puisi na mantap,bujur ngingen man Dibata.gelah kam banji ngelewati kerina .bujur

  3. Posted by Reni on Januari 5, 2008 at 4:58 am

    salut atas cintamu padanya

  4. Berbicara masalah cinta memang sangat begitu mendalam jika ingin kita kaji, tetapi jika kita ingin mencarinya pasti akan kita temukan. masuk aja ke HMI tuk ikuti kajian FALSAFAH CINTAnya. disana akan menjawab semua probem mengenai cinta. Disana kita dapat mengetahui defenisi cinta yang selama ini kita tidak tau defenisinya dan banyak lagi. kami tunggu..

  5. Posted by Heliawati ginting on Februari 4, 2008 at 4:50 am

    Semoga kam bisa menghadapi ini semua pal, karena cinta tidak selalu memoliki

  6. tabah aja yah, mungkin ini memang jalannya. kamu jangan terlalu terhanyut dalam kesedihan ini yah. kamu harus bisa nerima apapun yang terjadi, namanya juga hidup, ada pahitnya dan ada manisnya. yang pentingkan kalian berdua udah tau perasaan masing2. walaupun kalian udah nggak saling menjalani hubungan, tapi kan cinta kalian tetap abadi di dalam hati. pokoknya kamu harus tetap menjalani hidup seperti biasanya. yakin aja kalau jodoh pasti kalian bakal sama2 terus, kan orang bilang ‘kalau jodoh, pasti nggak bakal kemana-mana’ . tetap semangat yach!!!!!! ^.^

  7. gua salut lyatin loe.
    mendalam bangget

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: