Respon KLIEN Terhadap Gg. Fungsi Metabolik: HIPERTIROIDISME

Defenisi

Hipertiroidisme adalah kadar Hormon Tiroid (HT) dalam darah yang berlebihan.

Penyebab Hipertiroidisme Dengan Pola Hormon Spesifik

  • Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya.
  • Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi. TRF akan rendah karena umpan balik negatif dari HT dan TSH. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan.

Penyakit Hipertiroidisme

  • Penyakit Grave, penyebab tersering hipertiroidisme, adalah suatu penyakit otoimun yang biasanya ditandai oleh produksi otoantibodi yang memiliki kerja mirip TSH pada kelenjar tiroid. Otoantibodi IgG ini, yang disebut immunooglobulin perangsang tiroid (thyroid-stimulating immunoglobulin), meningkatkan pembenftukan HT, tetapi tidak mengalami umpan balik negatif dari kadar HT yang tinggi. Kadar TSH dan TRH rendah karena keduanya berespons terhadap peningkatan kadar HT. Penyebab penyaldt Grave tidak diketahui, namun tampaknya terdapat predisposisi genetik terhadap penyakit otoimun, Yang paling sering terkena adalah wanita berusia antara 20an sampai 30an.
  • Gondok nodular adalah peningkatan ukuran kelenjar tiroid akibat peningkatan kebutuhan akan hormon tiroid. Peningkatan kebutuhan akan hormon tiroid terjadi selama periode pertumbuhan atau kebutuhan metabolik yang tinggi misalnya pada pubertas atau kehamilan. Dalarn hal ini, peningkatan HT disebabkan oleh pengaktivan hipotalamus yang didorong oleh proses metabolisme tubuh sehingga disertai oleh peningkatan TRH dan TSH. Apabila kebutuhan akan hormon tiroid berkurang, ukuran kelenjar tiroid biasanya kembali ke normal. Kadang-kadang terjadi perubahan yang ireversibel dan kelenjar tidak dapat mengecil. Kelenjar yang membesar tersebut dapat, walaupun tidak selalu, tetap memproduksi HT dalm jumlah berlebihan. Apabila individu yang bersangkutan tetap mengalami hipertiroidisme, maka keadaan ini disebut gondok nodular toksik.
  • Dapat terjadi adenoma, hipofisis sel-sel penghasil TSH atau penyakit hipotalamus, walaupunjarang.

Gambaran Klinis

  • Peningkatan frekuensi denyut jantung
  • Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadap katekolamin
  • Peningkatan laju metabolisme basal, peningkatan pembentukan panas, intoleran terhadap panas, keringat berlebihan
  • Penurunan berat, peningkatan rasa lapar
  • “Melotot”
  • Dapat terjadi eksoftalmus (penonjolan bola mata) Peningkatan frekuensi buang air besar
  • Gondok (biasanya), yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid Gangguan reproduksi

Tes Diagnostik

  • Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4), TSH, dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid.
  • Hipertiroidisme dapat disertai penurunan kadar lemak serum
  • Penurunan kepekaan terhadap insulin, yang dapat menyebabkan hiperglikemia

Komplikasi

Komplikasi hipertiroidisme yang dapat mengancam nyawa adalah krisis tirotoksik (thyroid storm). Hal ini dapat berkernbang secara spontan pada pasien hipertiroid yang menjalani terapi, selama pembedahan kelenjar tiroid, atau terjadi pada pasien hipertiroid yang tidak terdiagnosis. Akibatnya adalah pelepasan HT dalam jumlah yang sangat besar yang menyebabkan takikardia, agitasi, tremor, hipertermia (sampai 106 oF), dan, apabila tidak diobati, kematian

Penatalaksanaan

Pengobatan bergantung pada tempat dan penyebab hipertiroidisme.

  • Apabila masalahnya berada di tingkat kelenjar tiroid, maka pengobatan yang diberikan adalah pemberian obat antitiroid yang menghambat produksi HT dan/atau obat-obat penghambat beta untuk menurunkan hiperresponsivitas simpatis
  • Obat-obat yang merusak jaringan tiroid juga dapat diberikan. Misalnya, iodium radioaktif (I131) yang diberikan per oral akan diserap secara aktif oleh sel-sel tiroid yang hiperaktif. Setelah masuk,1131 akan merusak sel tersebut. Ini adalah terapi permanen untuk hipertiroidisme dan sering menyebabkan seseorang kemudian menjadi hipotiroid dan memerlukan pemberian HT pengganti seumur hidup
  • Tiroidektomi parsial atau total juga dapat merupakan pengobatan pilihan. Tiroidektomi total, dan mungIcin tiroidektomi parsial, menyebabkan hipotiroidisme.

Konsep asuhan keperawatan pada klien hipertiroidisme merujuk pada konsep yang dikutip dari Doenges (2000), seperti dibawah ini :

1. Pengkajian
a. Aktivitas atau istirahat
1) Gejala : Imsomnia, sensitivitas meningkat, Otot lemah, gangguan koordinasi, Kelelahan berat
2) Tanda : Atrofi otot
b. Sirkulasi
1) Gejala : Palpitasi, nyeri dada (angina)
2) Tanda : Distritmia (vibrilasi atrium), irama gallop, murmur,
Peningkatan tekanan darah dengan tekanan nada yang berat. Takikardia saat istirahat.
Sirkulasi kolaps, syok (krisis tirotoksikosis)
c. Eliminasi
1) Gejala : Perubahan pola berkemih ( poliuria, nocturia)
Rasa nyeri / terbakar, kesulitan berkemih (infeksi)
Infeksi saluran kemih berulang, nyeri tekan abdomen
Diare, Urine encer, pucat, kuning, poliuria ( dapat berkembang menjadi oliguria atau anuria jika terjadi hipovolemia berat), urine berkabut, bau busuk (infeksi)
Bising usus lemah dan menurun, hiperaktif ( diare )
d. Integritas / Ego
1) Gejala : Stress, tergantung pada orang lain, Masalah finansial yang berhubungan dengan kondisi.
2) Tanda : Ansietas peka rangsang
e. Makanan / Cairan
1) Gejala : Hilang nafsu makan, Mual atau muntah
Tidak mengikuti diet : peningkatan masukan glukosa atau karbohidrat, penurunan berat badan lebih dari periode beberapa hari/minggu, haus, penggunaan diuretik ( tiazid )
2) Tanda : Kulit kering atau bersisik, muntah
Pembesaran thyroid ( peningkatan kebutuhan metabolisme dengan pengingkatan gula darah ), bau halitosis atau manis, bau buah ( napas aseton)
f. Neurosensori
1) Gejala : Pusing atau pening, sakit kepala, kesemutan, kebas, kelemahan pada otot parasetia, gangguan penglihatan
2) Tanda : Disorientasi, megantuk, lethargi, stupor atau koma ( tahap lanjut), gangguan memori ( baru masa lalu ) kacau mental
Refleks tendon dalam (RTD menurun; koma)
Aktivitas kejang ( tahap lanjut dari DKA)
g. Nyeri / Kenyamanan
1) Gejala : Abdomen yang tegang atau nyeri (sedang / berat)
Wajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati-hati.
h. Pernapasan
1) Gejala : Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan / tanpa sputum purulen ( tergantung adanya infeksi atau tidak)
2) Tanda : sesak napas, batuk dengan atau tanpa sputum purulen (infeksi), frekuensi pernapasan meningkat
i. Keamanan
1) Gejala : Kulit kering, gatal, ulkus kulit
2) Tanda : Demam, diaforesis, kulit rusak, lesi atau ulserasi, menurunnya kekuatan umum / rentang gerak, parastesia atau paralysis otot termasuk otot-otot pernapasan (jika kadar kalium menurun dengan cukup tajam )
j. Seksualitas
1) Gejala : Rabas wanita ( cenderung infeksi ), masalah impotent pada pria ; kesulitan orgasme pada wanita
2) Tanda : Glukosa darah : meningkat 100-200 mg/ dl atau lebih
Aseton plasma : positif secara menjolok
Asam lemak bebas : kadar lipid dengan kolosterol meningkat
Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada klien yang mengalami hipertiroidisme adalah sebagai berikut :

  • Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme, peningkatan beban kerja jantung
  • Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi
  • Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan penurunan berat badan)
  • Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan perubahan mekanisme perlindungan dari mata ; kerusakan penutupan kelopak mata/eksoftalmus.
  • Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis; status hipermetabolik.
  • Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi.
  • Risiko tinggi perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologik, peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur

3. Perencanaan / Intervensia.

NDX : Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid tidak terkontrol, keadaan hipermetabolisme, peningkatan beban kerja jantung

Tujuan :Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan kriteria : 1) Nadi perifer dapat teraba normal. 2) Vital sign dalam batas normal. 3) Pengisian kapiler normal 4) Status mental baik 5) Tidak ada disritmia

Intervensi :

Intervensi Rasional
1. Pantau tekanan darah pada posisi baring, duduk dan berdiri jika memungkinkan. Perhatikan besarnya tekanan nadi

2. Periksa kemungkinan adanya nyeri dada atau angina yang dikeluhkan pasien.

3. Auskultasi suara nafas. Perhatikan adanya suara yang tidak normal (seperti krekels)

4. Observasi tanda dan gejala haus yang hebat, mukosa membran kering, nadi lemah, penurunan produksi urine dan hipotensi

5. Catat masukan dan haluaran

1. Hipotensi umum atau ortostatik dapat terjadi sebagai akibat dari vasodilatasi perifer yang berlebihan dan penurunan volume sirkulasi

2. Merupakan tanda adanya peningkatan kebutuhan oksigen oleh otot jantung atau iskemia

3. S1 dan murmur yang menonjol berhubungan dengan curah jantung meningkat pada keadaan hipermetabolik

4. Dehidrasi yang cepat dapat terjadi yang akan menurunkan volume sirkulasi dan menurunkan curah jantung

5. Kehilangan cairan yang terlalu banyak dapat menimbulkan dehidrasi berat

b. NDX : Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi

Tujuan : Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat energi

Intervensi :

INTERVENSI RASIONAL
1. Pantau tanda vital dan catat nadi baik istirahat maupun saat aktivitas.

2. Ciptakan lingkungan yang tenang

3. Sarankan pasien untuk mengurangi aktivitas

4. Berikan tindakan yang membuat pasien merasa nyaman seperti massage

1. Nadi secara luas meningkat dan bahkan istirahat , takikardia mungkin ditemukan

2. Menurunkan stimulasi yang kemungkinan besar dapat menimbulkan agitasi, hiperaktif, dan imsomnia

3. Membantu melawan pengaruh dari peningkatan metabolisme

4. Meningkatkan relaksasi

c. NDX : Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan penurunan berat badan)

Tujuan : Klien akan menunjukkan berat badan stabil dengan kriteria :

  • 1) Nafsu makan baik.
  • 2) Berat badan normal
  • 3) Tidak ada tanda-tanda malnutrisi

Intervensi :

INTERVENSI RASIONAL
1. Catat adanya anoreksia, mual dan muntah

2. Pantau masukan makanan setiap hari, timbang berat badan setiap hari

3. kolaborasi untuk pemberian diet tinggi kalori, protein, karbohidrat dan vitamin

1. Peningkatan aktivitas adrenergic dapat menyebabkan gangguan sekresi insulin/terjadi resisten yang mengakibatkan hiperglikemia

2. Penurunan berat badan terus menerus dalam keadaan masukan kalori yang cukup merupakan indikasi kegagalan terhadap terapi antitiroid

3. Mungkin memerlukan bantuan untuk menjamin pemasukan zat-zat makanan yang adekuat dan mengidentifikasi makanan pengganti yang sesuai

d. NDX : Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan perubahan mekanisme perlindungan dari mata; kerusakan penutupan kelopak mata/eksoftalmus

Tujuan : Klien akan mempertahankan kelembaban membran mukosa mata, terbebas dari ulkus

Intervensi :

INTERVENSI RASIONAL
1. Observasi adanya edema periorbital

2. Evaluasi ketajaman mata

3. Anjurkan pasien menggunakan kaca mata gelap

4. Bagian kepala tempat tidur ditinggikan

1. Stimulasi umum dari stimulasi adrenergik yang berlebihan

2. Oftalmopati infiltratif adalah akibat dari peningkatan jaringan retro-orbita

3. Melindungi kerusakan kornea

4. Menurunkan edema jaringan bila ada komplikasi

e. NDX :. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis; status hipermetabolik

Tujuan : Klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi dengan kriteria : Pasien tampak rileks

Intervensi :

INTERVENSI RASIONAL
1. Observasi tingkah laku yang menunjukkan tingkat ansietas

2. Bicara singkat dengan kata yang sederhana

3. Jelaskan prosedur tindakan

4. Kurangi stimulasi dari luar

1. Ansietas ringan dapat ditunjukkan dengan peka rangsang dan imsomnis

2. Rentang perhatian mungkin menjadi pendek , konsentrasi berkurang, yang membatasi kemampuan untuk mengasimilasi informasi

3. Memberikan informasi yang akurat yang dapat menurunkan kesalahan interpretasi

4. Menciptakan lingkungan yang terapeutik

f. NDX : Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi

Tujuan : : Klien akan melaporkan pemahaman tentang penyakitnya dengan kriteria Mengungkapkan pemahaman tentang penyakitnya

Intervensi :

INTERVENSI RASIONAL
1. Tinjau ulang proses penyakit dan harapan masa depan

2. Berikan informasi yang tepat

3. Identifikasi sumber stres

4. Tekankan pentingnya perencanaan waktu istirahat

5. Berikan informasi tanda dan gejala dari hipotiroid

1. Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat menentukan pilihan berdasarkana informasi

2. Berat ringannya keadaan, penyebab, usia dan komplikasi yang muncul akan menentukan tindakan pengobatan

3. Faktor psikogenik seringkali sangat penting dalam memunculkan/eksaserbasi dari penyakit ini

4. Mencegah munculnya kelelahan

5. Pasien yang mendapat pengobatan hipertiroid besar kemungkinan mengalami hipotiroid yang dapat terjadi segera setelah pengobatan selama 5 tahun kedepan

g. NDX : Risiko tinggi perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologik, peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktifitas mental, perubahan pola tidur

Tujuan : Mempertahankan orientasi realitas umumnya, mengenali perubahan dalam berpikir/berprilaku dan faktor penyebab.

INTERVENSI RASIONAL
1. Kaji proses pikir pasien seperti memori, rentang perhatian, orientasi terhadap tempat, waktu dan orang

2. Catat adanya perubahan tingkah laku

3. kaji tingkat ansietas

4. Ciptakan lingkungan yang tenang, turunkan stimulasi lingkungan

5. Orientasikan pasien pada tempat dan waktu

6. Anjurkan keluarga atau orang terdekat lainnya untuk mengunjungi klien.

7. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi seperti sedatif/tranquilizer, atau obat anti psikotik.

1. Menentukan adanya kelainan pada proses sensori

2. Kemungkinan terlalu waspada, tidak dapat beristirahat, sensitifitas meningkat atau menangis atau mungkin berkembang menjadi psikotik yang sesungguhnya

3. Ansietas dapat merubah proses pikir

4. Penurunan stimulasi eksternal dapat menurunkan hiperaktifitas/refleks, peka rangsang saraf, halusinaso pendengara.

5. Membantu untuk mengembangkan dan mempertahankan kesadaran pada realita/lingkungan

6. membantu dalam mempertahankan sosialisasi dan orientasi pasien.

7. Meningkatkan relaksasi, menurunkan hipersensitifitas saraf/agitasi untuk meningkatkan proses pikir.

4. Evaluasi

Hasil yang diharapkan adalah

  1. Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh
  2. Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat energi
  3. Klien akan menunjukkan berat badan stabil
  4. Klien akan mempertahankan kelembaban membran mukosa mata, terbebas dari ulkus
  5. Klien akan melaporkan ansietas berkurang sampai tingkat dapat diatasi
  6. Klien akan melaporkan pemahaman tentang penyakitnya
  7. Mempertahankan orientasi realitas umumnya, mengenali perubahan dalam berpikir/berprilaku dan faktor penyeba

Reference

Bare & Suzanne, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Volume 2, (Edisi 8), EGC, Jakarta

Carpenito, 1999, Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, (Edisi 2), EGC, Jakarta

Corwin,. J. Elizabeth, 2001, Patofisiologi, EGC, Jakarta

Doenges, E. Marilynn dan MF. Moorhouse, 2001, Rencana Asuhan Keperawatan, (Edisi III), EGC, Jakarta.

FKUI, 1979, Patologi, FKUI, Jakarta

Ganong, 1997, Fisiologi Kedokteran, EGC, Jakarta

Gibson, John, 2003, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, EGC, Jakarta

Guyton dan Hall, 1997, Fisiologi Kedokteran, (Edisi 9), EGC, Jakarta

Hinchliff, 1999, Kamus Keperawatan, EGC, Jakarta

Price, S. A dan Wilson, L. M, 1995, Patofisiologi, EGC, Jakarta

Sherwood, 2001, Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem, (edisi 21), EGC, Jakarta

Sobotta, 2003, Atlas Anatomi, (Edisi 21), EGC, Jakarta

11 responses to this post.

  1. Posted by farid on Desember 7, 2007 at 9:41 am

    saya mau konsul
    salah satu tiroid saya membengkak kecil tidak terlalu terlihat oleh mata tetapi terasa jika dipalpasi. telah bengkak 3 tahun dan tidak membesar (tetap).
    berat saya 72kg tinggi 170
    sebaiknya langkah pengobatn saya bagaimana?
    matur sembah nuwun

    Iwansain:
    Pembengkakan pada kelenjar tiroid disebut goiter. pembengkakan yang terjadi bisa karena kelebihan produksi hormon tiroid karena hiperaktivitas sel-selnya tapi dapat juga karena kurangnya Hormon tiroid yang biasanya karena kurang zat iodium. yang harus anda lakukan adalah pastikan apakah anda menderita hiper atau hipotiroid dengan pemeriksaan darah..

  2. Posted by M.H. Yusuf on Desember 11, 2007 at 3:05 am

    Pagi pak iwan.
    Istri saya punya penyakit seperti diatas (maaf awam bahasa kedokteran, kalau nggak salah istilahnya gondok tapi nggak keluar, apa betul?) berdasarkan hasil tes lab di rumah sakit kira2 1.5 tahun yang lalu kemudian diksih obat sama dokter dan ada kemajuan tapi ahir2 ini gejala yang seperti dulu timbul lagi. tolong sarannya apa yang harus saya lakukan

    iwansain
    to pak M.H.Yusuf
    Untuk kondisi yang dialami istri bapak ada beberapa kemungkinan..yang mungkin berhubungan adalah apakah saat ini istri bapaksedang hamil? karena pembesaran Kelenjar tiroid dapat terjadi pada masa kehamilan, karena janin sangat membutuhkan hormon tiroid ini untuk perkembangannya sehingga memacu produksi hormon T3 dan t4 di sel-sel tiroid yang pada gilirannya menambah ukuran sel kelenjar. hal ini adalah sesuatu yang normal yang mana pembesaran tersebut akan hilang setelah bayi dilahirkan. kemungkinan lain adalah adanya keganasan pada sel kelenjar untuk terus menggandakan diri..terapi yang tepat untuk proliferasi sel adalah pemberian obat anti tiroid atau sel-sel kelenjar dirusak dengan Iodium radioaktif (I 131) (konsultasikan kedokter keluarga anda)
    Gondok dalam adalah istilah yang menggambarkan perkembangan sel kelenjar kedalam sistem pernafasan. kelenjar tiroid tepat berada didepan laring dan bisa aja laring tercekik oleh pembesaran tiroid yang berdampak pada gangguan pernafasan. saran saya, sebaiknya diperiksa dulu, apakah menderita gondok atau bukan. pemeriksaannya simpel saja, dengan meraba kelenjar tiroid, lalu disuruh menelan dan rasakan adanya pembesaran saat jakun terangkat pada waktu menelan. normalnya kelenjar tersebut tidak teraba tetapi jika anda rasakan suatu pembesaran, kemungkinan adanya gondok. untuk meyakinkan gejala klinis tersebut perlu ditunjang dengan pemeriksaan hormonal T3 dan T4, apakah kadarnya tinggi atau bahkan sebaliknya. perlu diingat bahwa diagnosa yang tepat akan memberikan hasil yang maksimal dalam pengobatan. Tindakan operasi biasanya ditempuh sebagai salah satu alternatif terapi
    semoga penjelasan ini bermanfaat…

  3. Posted by Edwin on Januari 2, 2008 at 1:18 pm

    Dear pak dokter,
    apa yg ditulis persis bgt dg gejala2 yg dialami istri saya. Sudah 6bln ini minum PTU,alhamd berat badan naik dan mulai stabil,tetapi rasa cemas dan gelisah msh sgt terasa.
    Kalo boleh kita diskusi via email saja,mungkin bisa menambah referensi pak iwan ttg penyakit hipertiroid tp yg pasti saya bisa konsultasi gratis he he he
    trims
    blognya huebat bgt euy

  4. Posted by Hertanto on April 25, 2008 at 5:24 pm

    buat komentar pak iwan pada farid yang ditanya beliau itu adalah apa pengobatannya; sesuai dg datanya bhw bpk farid cuma mengalami struma nodosa non toksik (tidak ada tanda trias basedow) artinya bukan graves disease atau hashimoto jadi sebaiknya operasi saja bila gagal dengan obat L-tiroksin,namun bila ragu periksa T3,T4 ,TSH dan USG tiroid

  5. Posted by Hertanto on April 25, 2008 at 5:34 pm

    sbg tambahan komentar buat pa MH Yusuf bahwa dari riwayat terdahulu istri bpk di diagnosa SNNT (struma nodosa non toksik) lalu dicoba dengan pemberian L-tiroksin dgn target TSH 0,1-0,5 mU/L selama 6 bulan, setelah itu gondoknya di USG bila hasilnya membesar lagi sebaiknya dilakukan operasi (tiroidektomi) dan setelah operasi diberikan lagi L-tiroksin dgn target 0,5-3,0 mU/L ; Dan ingat tanda khas pada kanker tiroid; 1. nodul yg tumbuh cepat dan sakit 2. riwayat keluarga dg kanker tiroid 3. pernah radioterapi masa kanak 4. suara menjadi serak 5. pembesaran kelenjer getah bening di daerah leher dan 7. lumpuhnya pita suara
    Trims

  6. Posted by Amila F on April 29, 2008 at 6:37 am

    Apa obat untuk Kelenjar Tiroid

  7. Posted by Hertanto on Mei 1, 2008 at 12:43 am

    Buat Amila F;
    Thyrax (L-tiroksin,dari organon) dgn indikasi….1.Hipotiroidisme karena berbagai macam sebab. 2. Menekan kadar TSH (hormon perangsang tiroid) pada keadaan goiter, nodulus, & setelah pengobatan kanker tiroid dengan radiologi dan atau pembedahan 3. Menekan efek goitrogenik dari obat-obat lain, untuk diagnosis, & pada penekanan tes . Dosis; Dewasa : diawali dengan 0,05-0,1 mg/hari.
    Peningkatan dosis harian tiap 2 minggu sebesar 0,025-0,05 mg sampai hasil yang diinginkan tercapai.
    Pemeliharaan : 0,1-0,2 mg/hari.
    Dan Propylthiouracile (PTU) ; 3 x 100 mg per hari yg digunakan untuk menekan kadar T3 dan T4 dan indikasi untuk hipertiroidisme, biasanya digunakan untuk jangka waktu yg lama (2 tahun) dgn 3 bulan sekali perlu dikontrol nilai T3 dan T4-nya

  8. OK, you do not break your promise. You add bibliography onto Nx Care Plan for Hyperthyroidism, well I hope you do so to the others… Nice…

  9. Posted by Jadut on Mei 2, 2008 at 3:24 pm

    for setiaka; This matter does not lie within his competence as nursing, there’s two approaches the disease…1. nursing care 2. treatment by doctor’s ; so it depend how does nurse and doctor work for healthy patient….and where is the nurse position in this case ? This patient need care by nursing or medicine, How could the role of the nurse ? take a care a disease or the nurse can also writting a recipe a medicine….please your comment soon Mr. Setiaka !!!

  10. Posted by PUAN NORZIMAH BINTI ZAKARIA on Juli 10, 2008 at 4:50 am

    SAYA TELAH DI CONFIRMKAN OLEH PAKAR BAHAWA SAYA MENGIDAP HYPERTHYRIODISME SETELAH MENJALANI UJIAN DARAH. SAYA DIBERIKAN UBAT CARBIMAZOLE (NEO – MERCAZOLE) 3 TABLET 3 KALI SEHARI. TETAPI SEORANG RAKAN SAYA JUGA DOKTOR MEMBERI TAHU UBAT INI BOLEH MEMBERI MASALAH PADA SEL DARAH PUTIH. APA KOMEN PAK WAN?

  11. Posted by Anonim on Oktober 13, 2009 at 1:26 pm

    pak dokter saya mau tanya mengapa pada pasien dengan kekurangan hormon tyroid mengalami masalah resiko penurunan COP

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: