What is Chikungunya?

Pengertian

Demam Chikungunya adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Chikungunya yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Penyebab

Nyamuk penular menggigit manusia yang di tubuhnya sudah memiliki virus Chikungunya, kemudian menyebarkan virus lewat gigitannya pada manusia lain. Masa inkubasi penyakit Chikungunya antara 1 – 12 hari, tapi rata – rata selama 2 – 4 hari. Tidak ada kelompok khusus yang rentan terhadap Chikungunya. Siapa saja dapat tertular penyakit ini.

Penyakit ini banyak dijumpai di daerah tropis, umumnya di daerah padat penduduk, mobilitas penduduk yang tinggi, curah hujan yang tinggi dan banyaknya tempat-tempat yang memungkinkan berkembangbiaknya nyamuk penular. Pada musim penghujan penyakit ini banyak berjangkit, karena dimusim inilah jentik dapat lebih mudah berkembang biak.

Manifestasi Klinik

Gejala umum Chikungunya adalah demam hingga mencapai 390 C, sakit kepala dan insomnia. Selain itu penyakit ini menimbulkan pula nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan tangan dan kaki, dan tulang belakang. Biasanya juga muncul ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Pada kasus terparah, virus ini dapat menimbulkan kelumpuhan, antara 5 – 7 hari.

Penatalaksanaan

Penderita yang terjangkit penyakit ini sebaiknya tidak keluar rumah dan menggunakan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk. Olah raga ringan terbukti membantu meringankan sakit ini, tetapi olah raga berat akan menyebabkan gejala rematik.

Untuk mencegah terkena Chikungunya, kita dapat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan “3 M Plus” yaitu, menguras dan menutup wadah air, serta mengubur sampah yang dapat menimbulkan genangan air walaupun sedikit. Kita juga dapat menaburkan larvasida (bubuk abate) secara teratur setiap minggu atau memelihara ikan pemakan jentik pada kolam-kolam. Pembersihan lingkungan dari tempat-tempat perkembangbiakkan nyamuk penular dan penggunaan kawat pelindung nyamuk di pintu dan jendela juga diperlukan. Selain itu menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan gel anti nyamuk, cukup efektif mencegah gigitan nyamuk penular ini.

Sumber www.depkes.go.id

%d blogger menyukai ini: